TANTANGAN PENDIDIKAN INDONESIA DI MASA PANDEMI
![]() |
| Sumber : Google |
Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Hallo semua 👋
Ketemu lagi nih sama aku Khaniva Hizrani dari Prodi Pendidikan Masyarakat, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta. Pada kesempatan kali ini aku akan mengangkat pembahasan mengenai “Tantangan Pendidikan Indonesia Di Masa Pandemi”
P E M B A H A S A N
Pendidikan merupakan kegiatan pembelajaran baik pengetahuan, keterampilan dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui kegiatan pengajaran, pelatihan ataupun bimbingan pada orang lain (Wikipedia). Pendidikan bisa didapatkan baik melalui pendidikan formal maupun nonformal.
Penyelenggaraan sistem pendidikan mengalami transformasi dalam berbagai lini kegiatan, termasuk kegiatan pembelajaran yang seluruhnya terpaksa berlangsung secara online karena adanya Pandemi Covid 19. Pembelajaran “daring” ini mendapatkan berbagai macam reaksi dari masyarakat, ada yang meberi reaksi positif dan ada juga reaksi negative.
Penyelenggaraan sistem pendidikan secara “daring” ini juga memberikan dampak besar bagi pendidikan di Indonesia, memberikan dampak positif dan negatif terhadappeserta didik khususnya. Kali ini aku akan bahas apa saja dampak negatif dari adanya pembelajaran secara “daring” ini pada anak – anak.
Dampak Negatif Pembelajaran Daring Pada Anak
1) Kurangnya Sosialisasi Anak Terhadap Lingkungannya
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menerbitkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19). Salah satu pokok penting dalam surat edaran ini adalah diberlakukannya Proses Belajar dari Rumah yang dilaksanakan melalui pembelajaran daring atau jarak jauh. Bukan hanya kegiatan pembelajaran namun kegiatan lainnya seperti perkantoran juga mulai dibatasi kegiatannya secara langsung.
Dengan adanya surat edaran ini maka masyarakat banyak melakukan kegiatannya dirumah. Social Distancing menjadikan anak - anak lebih banyak menghabiskan waktunya dirumah. Belajar, bermain dan bersosialisasi hanya dengan orang - orang yang ada didalam rumahnya saja. Proses sosialisasi terhadap anak dengan masyarakat lingkungannya menjadi terhambat karena adanya pembatasan kegiatan diluar rumah. Kebanyakan anak - anak menghabiskan waktunya dengan bermain, baik dengan keluarga atau menghabiskan waktu dengan bermain gadget. Pada poin inilah yang menjadi titik tumpu terhambatnya proses sosialisasi anak dengan masyarakatnya. Dapat kita ketahui bahwa dengan bermain gadget maka anak akan terfokus pada handphone atau tablet dan bahkan mengalami ketergantungan
Anak yang ketergantungan gadget cenderung akan terganggu kesehatannya dan dapat mempengaruhi perkembangannya sehingga memberikan pengaruh pada perilaku anak ini. Anak yang mengalami ketergantungan pada gadget akan mengahabiskan waktunya seharian untuk bermain gadget sehingga nantinya akan berpengaruh terhadap kesehatannya khususnya kesehatan mata, fungsi - sungsi otot dan bahkan karena efek radiasi menjadikan anak mudah terkena kanker. Bukan hanya itu, faktor negatif adanya gadget pada anak yaitu kurangnya sosialisasi anak terhadap orang - orang disekitarnya. Anak yang ketergantungan gadget akan menghabiskan waktuya seharian untuk bermain gadget sehingga waktu yang seharusnya digunakan untuk bersosialisasi terhadap oarang sekitar menjadi terganggu.
Sosialisasi pada anak sangat penting adanya. Dengan adanya sosialisasi maka anak akan memiliki jiwa sosial yang tinggi, memiliki rasa empati yang tinggi dan memiliki pemikiran yang jauh lebih dewasa. Sosialisasi yang terjadi pada masa anak - anak juga memberikan pengaruh positif terhadap pemikirannya dan cara berbicaranya. Terkadang setika sedang bersosialisasi dengan temannya atau sedang bermain maka anak akan dihadapkan oleh suatu masalah yang mengharuskan anak tersebut mencari jalan keluarnya. Orangtua memiliki peran besar dalam setiap kegiatan anak dirumah, dengan membatasi waktu bermain gadget pada anak maka akan membantu terciptanya sosialisasi yang baik untuk anak
2) Berkurangnya Prestasi Anak Di Sekolah
Seperti yang dapat diketahui bahwa ketika diturunkannya surat edaran mengenai proses pembelajaran dilakukan dari rumah, maka peran orangtua khususnya ibu menjadi bertambah. Dari yang awalnya hanya mendampingi, kini perannya bertambah yaitu sebagai pendidik untuk anak dirumah. Untuk orangtua yang mungkin memiliki rezeki lebih untuk menyewa pengajar mungkin tidak terlalu berat, lalu bagaimana dengan orangtua yang kekurangan dalam hal ekonomi dan memiliki keharusan keduanya untuk ikut bekerja guna memenuhi kebutuhan keluarga? bagaimana dengan nasib sang anak dan pendidikannya?
Nyatanya memang itulah yang banyak terjadi di Indonesia. Banyak anak - anak yang proses pembelajarannya terganggu kerena kedua orangtua yang harus sama sama bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Orangtua harus membagi waktu antara pekerjaan dengan pendidikan anak sehingga menyebabkan salah satunya terganggu. Jika waktu bekerja nya terganggu maka jabatan taruhannya. Jika pendidikan anak yang terganggu maka proses pemahaman anak tentang materi pelajaran akan sulit dilakukan sehingga menyebabkan prestasi anak menjadi terganggu.
Bukan hanya itu saja contoh berkurangnya prestasi anak di sekolah pada pembelajaran secara daring. Ini merupakan pengalaman yang aku alami dilingkungan masyarakat. Dengan adanya pembelajaran secara daring ini maka kebanyakan peran dalam keluarga tertukar. Anak yang seharusnya belajar kini digantikan oleh Ibu. Faktor yang menyebabkannya banyak dengan berbagai hal bisa karena Ibu yang sudah kehabisan sabar untuk mendidik anak karena tidak mengerti materi pembelajaran atau lagi - lagi karena gadget yang mengganggu waktu belajar anak. Karena hal tersebut menyebabkan pekerjaan yang seharusnya dikerjakan oleh anak kini berubah menjadi pekerjaan orangtua atau Ibu. Dari hal tersebut kemudian akan berakibat pada berkurangnya pemahaman anak terhadap materi pembelajaran sehingga menyebabkan prestasi anak menurun. Coba bayangkan bagaimana nasib para Bapak atau Ibu Guru ketika pembelajaran secara daring ini sudah selesai, bukankah akan sangat menyedihkan? anak - anak yang diharapkan dapat mengerti materi yang telah disampaikan dan dibayangkan akan melajutkan materi selanjutnya harus terhambat karena materi yang disampaikan pada pembelajaran daring tidak tersampaikan dengan baik ke anak?
3) Meningkatnya Jumlah Anak Putus Sekolah
Pandemi Covid 19 bukan hanya berpengaruh pada proses pembelajaran namun juga berpengaruh pada perekonomian di Indonesia. Menurunnya omset penjualan perusahaan atau pendapaan perusahaan menyeharus jumlah karyawan dikurangkan agar perusahaan tetap berjalan. Hal ini mempengaruhi bertambahnya jumlah pengangguran di Indonesia dan berpengaruh pula dengan jumlah anak putus sekolah. Banyak orangtua yang tidak bisa menyanggupi biasa pendidikan anaknya sehingga mengharuskan anak tersebut berhenti dari sekolahnya.
Dapat kita ketahui dari poin ini bagaimana ketidakberhasilan pemerintah dan warga Indonesia untuk memberantas pandemi ini. Jika mungkin kita sama - sama bekerjasama untuk saling menjaga dan saling mematuhi keputusan pemerintah mungkin tidak akan seperti ini jadinya. Mungkin dengan mendengarkan dan mengikuti keputusan pemerintah untuk berdiam diri dirumah akan mempengaruhi proses terputusnya penyebaran Covid 19 dan tidak akan menyebabkan banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaannya.
Maka dengan ini, marilah kita sama sama berjuang untuk Indonesia lebih baik. Sudah bukan masanya kita saling menyalahkan satu sama lainnya . Kini saatnya kita bergandeng tangan untuk bersama sama melewati cobaan ini dengan kekuatan dan keikhlasan. Mari sama sama kita dukung segala bentuk keputusan pemerintah yang berhubungan dengan penyebaran virus covid 19. Dengan bekerjasama kita pasti bisa kembali pada Indonesia seperti dahulu bahkan jadi lebih baik lagi.
Mungkin cukup sekian yang dapat aku sampaikan. Aku sadar pada tulisan ini terdapat banyak kesalahan dan kekhilafan yang dilakukan. Mohon maaf jika terdapat kesalahan, tujuan penulisan ini hanya semata - mata untuk menginformasikan bahwa pandemi juga berimbah pada kegiatan pendidikan yang juga diharapkan dapat menjadi evaluasi untuk bersama.
Terima kasih untuk kamu yang sudah membaca tulisan ini, ambil positifnya dan tinggalkan negatifnya disini.terima kasih
wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh




Komentar
Posting Komentar